Antonius Bong, Garap e-Commerce Lewat Cantik.com
08 Mei 2016, 10:37:34 Dilihat: 4x

Kreasi bisnis anak muda bernama Antonius Bong ini seperti tak ada matinya. Sejak 10 tahun lalu beberapa bisnis telah dikembangkan, dan masih berjalan hingga sekarang. Mulai dari bisnis kemasan, kafe, hingga studio game. Belakangan, Antonius masuk ke bisnis e-commerce dengan mengembangkan toko online khusus fashion wanita: Cantik.com.


 

Kiprah kewirausahaannya dirintis ketika ia selesai kuliah di sebuah universitas di Melbourne, Australia, pada 2006. Ketika itu, ia dan beberapa temannya mendirikan perusahaan impor kemasan dari Indonesia (ke Australia), bernama Inkers Printing. Bisnis ini hanya dijalani lulusan bidang akunting dan TI ini selama tiga tahun. Alasannya, ia memutuskan kembali ke Indonesia setelah melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan.


 

Di Indonesia, Antonius mengawali bisnisnya dengan mengembangkan cyber cafe —kafe dengan fasilitas Internet– bernama Cyberia. Sampai saat ini, Cyberia telah memiliki enam gerai, tersebar di Bandung dan Jakarta.


 

Pada 2012, ia mengembangkan sayap bisnisnya, dengan mendirikan studio game bernama Aston Code, yang membuat aplikasi game untuk Android dan iOS. Hingga saat ini Aston Code masih aktif membuat game. Salah satu produk game-nya yang paling hit adalah Harmoni, aplikasi karaoke untuk anak-anak.


 

Tak berhenti di situ, pada akhir 2014 Antonius bersama tiga temannya, yaitu Sam Tanuwidjaja, Indra Gunawan, dan Wenas, merintis bisnis e-commerce lewat situs Cantik.com. Agar lebih fokus mengembangkan bisnis e-commerce, ia menyerahkan bisnis-bisnis yang sudah dikembangkannya kepada para profesional. “Peluang Cantik.com untuk berkembang sangat besar, maka saya fokus di sini,” kata Antonius memberi alasan.


 

Menurut dia, dipilihnya bidang e-commerce fashion, terutama untuk wanita, karena secara global pertumbuhan bisnis ini sangat tinggi. “Kami menyasar mass market. Karena itu, kami menggunakan slogan ‘Semua Bisa Cantik’,” tuturnya. Dipilihnya segmen mass market karena potensinya sangat besar. Di Jakarta saja, jumlah orang yang berbelanja online 6 juta orang. Di seluruh Indonesia 11 juta. “Potensinya sangat besar dan pemain yang menyasar mass market belum banyak,” ucapnya.


 

Cantik.com menjajakan beragam produk aparrel untuk wanita, dengan kisaran harga relatf murah, mulai dari Rp 70 ribuan hingga Rp 180 ribuan. Maklum, semua produknya lokal, tetapi diklaim berkualitas ekspor. “Meski murah, kami menjamin kualitas produknya terjaga, dan modelnya up-to-date,” Antonius mengklaim. “Kebanyakan e-commerce fashion yang ada kan menyasar pasar kelas atas, belum ada yang melirik ke mass market. Kami yang pertama masuk,” ia menambahkan.


 

Menurut Antonius, pihaknya mengontrol mutu produk yang ditawarkan Cantik.com. “Hingga hari ini, return rate di Cantik.com nyaris nol. Artinya, pelanggan sangat puas,” katanya.


 

Pihaknya didukung oleh orang-orang yang berpengalaman (kini ada tujuh orang) di bidang merchandising. Total karyawannya sekitar 60 orang. Tiap hari, timnya melakukan evaluasi, mana yang paling diminati dan mana yang kurang diminati. Agar pelanggan lebih tertarik, pihaknya menggratiskan ongkos kirim ke seluruh Indonesia. “Cantik.com memang ingin membuat semua wanita cantik tanpa terhalangi ongkos kirim yang mahal,” ucap Antonius.


 

Kendati begitu, diakuinya, shipping cost di Indonesia tergolong tinggi. Namun, tidak semua pelanggan Cantik.com berasal dari daerah yang jauh. Justru, lebih dari 50% pelanggan Cantik.com berasal dari Jawa yang ongkos kirimnya masih terjangkau, Rp 7-8 ribuan. “Kami belum memutuskan sampai kapan bisa memberikan free shipping cost ini. Kalau perlu sih, selamanya,” ujarnya seraya tersenyum.


 

Dengan cara membuat bebas ongkos kirim, Antonius meyakini akan banyak menarik pembeli. Setelah senang dan puas, pelanggan akan bicara ke teman dan kerabatnya, selain tentu saja akan kembali membeli produk.


 

Ia yakin perusahaan e-commerce-nya ini akan membesar. Ia melihat yang terpenting adalah fokus dalam pengelolaan. “Secara fundamental sama dengan bisnis lain, manajemen harus kuat, proses bisnis harus baik, cost management harus bagus, monitoring, kontrol dan auditing juga harus berjalan dengan baik,” paparnya.


 

Untuk mempromosikan Cantik.com, tim Antonius menjalankan digital marketing dan offline marketing. Karena pembeli produk fashion masih dari offline, dilakukan pula cara community building. Juga, secara reguler pihaknya mengadakan pameran di gedung perkantoran besar. “Kami perkenalkan apa itu Cantik.com, bagaimana cara membeli produk di web kami. Barangnya juga dipajang agar calon pembeli bisa melihat dan merasakan produk kami,” ujarnya.


 

Cantik.com pun memanfaatkan figur selebritas untuk menjadi endorser. Juga, menggunakan fasilitas media sosial agar jangkauan promosinya lebih luas. “Kami tidak mau jorjoran dalam aspek marketing, tetapi lupa dengan produknya sendiri. Karena, esensi bisnis ada pada produknya. Kalau produk bagus, biaya pemasarannya tidak perlu besar. Product will speak for itself,” kata Antonius.


 

Menurut penggemar olahraga golf, snowboard dan tenis ini, pihaknya pun peduli urusan R&D. Pihaknya sangat selektif dalam memilih pemasok dan penjahit yang mendukung produksinya. Saat ini ada lima pabrik garmen yang bekerja sama dengan Cantik.com. “Seleksi kami sangat ketat, karena kami tidak mau pelanggan kecewa dengan produk Cantik.com,” kata lelaki kelahiran 20 Januari 1984 ini.


 

Antonius mengklaim pertumbuhan bisnis Cantik.com cukup bagus. “Pertumbuhan penjualannya 40%-50% per bulan,” ujarnya. Ia berniat mengembangkan bisnis e-commerce fashion khusus pria di masa mendatang.

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.