Wulani Wihardjono, MBA – Sukses Mengatapi Nusantara
05 April 2016, 11:18:06 Dilihat: 3x

Sumber daya manusia jua menjadi ranah yang tidak ketinggalan disasar demi kemajuan perusahaan. Terlebih jika ada sistem baru yang berlaku sesuai tuntutan zaman yang memang selalu dinamis. Penerapan formasi orang baru dan orang lama dipraktekkan, tujuannya, agar orang lama menularkan pengalamannya dan orang baru membawa angin perubahan.



Pastinya pernah dengar nama PT Tatalogam Lestari, malah bagi yang berkutat dengan dunia konstruksi nama Tatalogam pasti sudah tidak asing lagi. Betapa tidak, perusahaan yang mulai dirintis pada tahun 1994 ini adalah penguasa pasar genteng metal di Indonesia dengan meraup pangsa besar 80%.



Dari awal berdisi, perusahaan pemimpin pasar atap metal zincalume ini terus berinovasi, tak hanya memproduksi jenis genteng, namun juga membuat pendukung bangunan lain seperti metal kaso, kuda-kuda baja ringan, hingga pagar. Adalah Multi Roof, Sakura Roof, Multi Sirap, Fancy, Soka Jempol, Sakura MX, Sakura Tuss dan Taso merupakan nama-nama dagangnya.




 






 

Wulani Wiharjono, MBA., CEO PT. Tatalogam Lestari – Alumni Program MBA angkatan IXA, PPM School of Management.




 



Tatalogam merupakan perusahaan keluarga yang didirikan pasangan Yarrianto Rismono dan Wulani Wihardjono. Nama yang terakhir disebut bisa dibilang merupakan ‘motor’ dari semuanya tentang Tatalogam. Ir. Wulani Wihardjono MBA. adalah alumni program MBA (sekarang MM-Magister Manajemen) PPM School of Management angkatan IXA. Saat ini menjabat sebagai CFO PT Tatalogam Lestari.



Ibu Lani, begitu beliau biasa dipanggil. Lahir di Semarang 27 Mei 1952, awal masuk dunia kerja selepas lulus S1 berkarir di Balai Penelitian Departemen Perindustrian. Karena dirinya ‘tidak bisa diam’ dan melulu bertugas di belakang meja, akhirnya memilih untuk hengkang jadi PNS. “Opo sih, kayak orang hidup kok disia-siakan, cuma kerja duduk-duduk di meja,” ujar anak ke-3 dari 9 bersaudara ini.



Berlabuhlah Ibu Lani di perusahaan penghasil minyak goreng, selama 16 tahun Ia bekerja di sana, mulai dari sales dan berakhir sebagai direktur. Tahun 1997, sang suami resmi meminangnya untuk membantu total di Tatalogam, yang pada 1994 telah dirintis bersama sebelumnya. Di tangannya, Tatalogam melaju pesat, permintaan terus melambung. Untuk mendukung operasional sekarang Tatalogam mengoperasikan empat pabrik besar, tiga di Cikarang dan satu di Cibitung, diperkuat 900 karyawan dan mampu menghasilkan produk baja ringan sebanyak 15.000 ton/bulan.



Tak heran karena prestasinya maka Ibu Lani meraih Anugerah Kadarman 2007 kategori Strategic Change Leader bidang ENTREPRENEURSHIP. Beliau terpilih atas keberhasilannya memanfaatkan peluang bisnis dengan sangat jeli dan tepat hingga berkontribusi secara nasional dan kini memegang mayoritas pasar di industrinya walau memasuki bisnis tersebut bukan sebagai pemain yang pertama.



Mimpinya untuk mengatapi Nusantara kini bisa dibilang telah nyata, ibu dua anak ini mengku, dahulu sempat takut menggeluti bisnis ini (genteng). “Takut ditolak pasar dan takut banyak yang niru. Kan di awal tahun Tatalogam berdiri masyarakat belum kenal dengan genteng bahan metal” kisahnya, inovasi dianggap hal yang penting selain komitmen memberikan yang terbaik bagi pelanggan.



Menurutnya, perusahaan yang tidak berinovasi adalah perusahaan yang mati. Tidak ada satu perusahaan pun yang dapat bertahan digerus zaman bila tidak melakukan inovasi. Kami (Tatalogam-red) selalu berpikir ke depan, melihat peluang dan terutama melakukan invosi, terlebih dalam inovasi proses yang bisa memangkas waktu dan berujung efektivitas. Jangan berhenti dalam zona nyaman, karena good adalah musuh nyata dari great.



Urusan inovasi tidak main-main diterapkan Ibu Lani di Tatalogam, demi mengejar inovasi berkelanjutan, maka budaya inovasi didorong di perusahaan dengan melibatkan seluruh elemen karyawan, semuanya senantiasa ‘dituntut’ untuk berpikir dan berinovasi. “Jadi, inovasi tersebut bukan hanya datang dari atas, tetapi dari seluruh lini dan disempurnakan bersama”, imbuhnya.



Buah inovasi dalam hal produk dan proses yang baru-baru ini di Tatalogam adalah produk BBHouse, yang dilakukan oleh seluruh manajer dan karyawan lintas divisi. BBHouse sendiri merupakan rumah sehat anti rayap, berbahan atap metal dan rangka baja ringan serta dinding dari bata ringan. Proses pembuatan satu rumah hanya memakan waktu lima hari dengan installman (tukan) terlatih dari Tatalogam, terang Ibu Lani.



Sumber daya manusia juga menjadi ranah yang tidak ketinggalan disasar dmi kemajuan perusahaan. Terlebih jika ada sistem baru yang berlaku sesuai tuntutan zaman yang memang selalu dinamis. Penerapan formasi orang baru dan orang lama dipraktekkan, tujuannya, agar orang lama menularkan pengalamannya dan orang baru membawa angin perubahan.



“Kalau dari sisi leadership, senantiasa bagaimana saya dapat menginspirasi staff dan karyawan untuk mewujudkan visi bersama dengan upaya melatih dan melibatkan mereka dalam hal-hal strategis. Budaya perusahaan juga tidak boleh kehilangan valuenya, seperti halnya Sekolah Tinggi Manajemen PPM yang mempunyai value yang baik dan agung, maka kita wajib menanamkan nilai-nilai baik perusahaan.” tutup perempuan ramah dan riang ini menyoal strong leadership. (RIF)

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.