UKM Digital Harus Adopsi Akuntansi TIK
30 Oktober 2017, 11:44:24 Dilihat: 4x

BANDUNG, (PR).- Pelaku usaha kecil menengah (UKM) digital harus mengimbangi usahanya dengan menggunakan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK). Hal itu untuk menyiasati pencatatan transaksi yang berjumlah banyak.



Demikian diungkapkan Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, di Bandung, Senin 11 September 2017. Hasil Survey TI UKM 2017 Sharing Vision pada pertengahan tahun ini menunjukkan, baru sebagian kecil UKM yang mengadopsi sistem akuntansi berbasis TIK.



"UKM sendiri sebenarnya menyadari pentingnya akutansi berbasis TIK. Mreka mengalami kesulitan saat harus menggunakan pencatatan manual untuk transaksi berjumlah banyak," ujarnya.



Keluhan tersebut, menurut dia, disampaikan oleh 32 persen responden survey Sharing Vision. Berdasarkan hasil survey tersebut 74 persen responden menyatakan berminat menggunakan aplikasi akuntansi berbasis untuk mempermudah pencatatan transaksi.



Namun, mereka mengaku masih terkendala anggaran. Pasalnya, sebagian besar responden (sebanyak 56 persen) hanya menetapkan anggaran TIK sebesar 1 persen-2 persen dari total pendapatan. Sebanyak 36 persen UKM responden juga tidak memiliki staf khusus TIK.



"Sekitar 47 persen UKM mengeluarkan biaya TIK kurang dari Rp 300 ribu per bulan. Akan tetapi, itu hanya untuk koneksi data," tuturnya.



Hasil riset dari Ismail, N. A., King di Malaysia menyebutkan, UKM yang menggunakan akuntansi berbasis TIK nyata memiliki performa yang secara signifikan berada di atas UKM yang tidak begitu menggunakan TIK. Apalagi, jika dibandingkan dengan UKM yang tidak menggunakannya.



"Di Ghana, software akuntansi membantu dalam menghemat pengeluaran. Sebanyak 85,2 persen responden menyatakan hal itu," kata Dimitri.



Sebanyak 87 persen responden Ghana menyebutkan, aplikasi akuntansi berbasis TIK membantu kerja pegawai. Selain itu juga memberikan kemudahan menyimpan data (85,2 persen), dan membantu mempercepat proses pengolahan informasi untuk keputusan manajemen (90,7 persen).



Sudah banyak

Sementara itu, dalam Seminar STIE Indonesia Malang "Sistem Akuntansi Berbasis Komputer untuk UKM" di Malang, pekan lalu, Dimitri mengatakan, sebetulnya saat ini sudah banyak peranti lunak gratis buatan lokal. Piranti lunak tersebut tersedia di Google Play.



"Ada yang untuk pencatatan akuntansi sederhana, namun ada juga sistem akuntansi komplit yang mereka tawarkan," katanya.



Kalaupun harus berlangganan, menurut dia, tarifnya relatif terjangkau dengan bujet UKM karena yang termahal kisaran Rp 600 ribu per bulan. Banyak juga memiliki harga antara Rp 100 ribu-Rp 200 ribu, bahkan ada yang bea langganan hanya Rp 60 ribu.



“Karenanya, perlu dibangun kesadaran bahwa akuntansi itu keharusan. Terutama pemilik UKM, mereka harus digugah motivasi penggunaan, penyuntik modal tambahan ke UKM memberi tekanan, serta mulai menghadirkan staf akuntansi terkualifikasi," tuturnya.



Menurut dia, aplikasi akuntansi sendiri terbagi lima jenis. Kelima jenis tersebut adalah Cloud Accounting yang fitur lengkap dan sesuai SAK/Standar Akuntansi Keuangan, Mobile Accounting (menu simpel), Otomatisasi (kurangi beban entri transaksi), Outsource (Subkon aktivitas akuntasi), dan Collaborative Accounting (perpaduan outsource dan cloud accounting).



Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/09/11/ukm-digital-harus-adopsi-akuntansi-tik-409208

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.