Sistem Baru Akuntansi Tak Ciptakan Opini Disclaimer
24 Januari 2017, 11:48:37 Dilihat: 7x

LKPP tahun ini, pemerintah gunakan sistem aktual




 


 





VIVA.co.id – Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan kementerian/lembaga (KL) pemerintah, menyatakan 56 KL memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), 26 KL mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), serta 4 KL meraih predikat Tidak Memberikan Pendapat (TMP) atau disclaimer.



Pada pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun ini, pemerintah menggunakan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis aktual. Hal ini diakui Anggota BPK Achsanul Qosasi memberikan tantangan tersendiri bagi tim auditor.



"Ada yang didiskusikan, pola baru dengan sistem aktual ini," ujarnya saat berbincang dengan tvOne, Senin 6 Juni 2016.



Namun bagi kementerian dan lembaga pemerintah, sistem baru ini tidak menjadi alasan menurunnya opini penilaian terhadap laporan keuangan mereka. Sebab, sistem baru ini sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo sehingga semua lembaga pemerintah mestinya sudah tahu mekanisme, dan semua data yang dibutuhkan untuk mendukung laporan keuangan.



"Memang ada kita itu sistem aktual, dalam sistem aktual itu ada yang turun dari WTP jadi WDP, tapi ada juga yang naik dari disclaimer jadi WDP," jelas Achsanul.



Menurutnya SAP itu tak mempersulit kementerian dan lembaga pemerintah. Dia pun menilai penurunan opini itu terjadi karena memang ada masalah dalam lembaga pemerintah tersebut, "masalah disclaimer itu berdasarkan data faktual disana, lembaga harus segera menindaklanjuti temuan ini agar tidak terjadi lagi tahun depan."



Sebelumnya, Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2015 di Istana Negara Jakarta, Senin, 6 Juni 2016, mengungkapan, bahwa laporan ini harus dijadikan momentum untuk pembenahan lembaga.



“Hasil pemeriksaan BPK menjadi pekerjaan rumah kita untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan negara,” ujar Presiden.



Mengenai rekomendasi yang diberikan Ketua BPK, Presiden berharap rekomendasi itu bisa ditindaklanjuti secepatnya. “Dan akhirnya saya mengajak seluruh Kementerian dan Lembaga Non Kementerian untuk memperbaiki berbenah membangun tata kelola Keuangan yang transparan, mempertanggungjawabkan uang rakyat dengan sebaik-baiknya dan saya tegaskan jangan ada yang bermain-main dengan uang rakyat,” ujar Presiden.



Pada kesempatan ini, Presiden juga ‘menyemprot’ empat kementerian dan lembaga yang mendapatkan opini disclaimer, yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Olahraga, TVRI dan Komnas HAM.



sumber.



http://nasional.news.viva.co.id/news/read/781632-sistem-baru-akuntansi-tak-ciptakan-opini-disclaimer

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.