BEKRAF: Tidak Boleh Ada Regulasi yang Hambat Kreativitas
10 Mei 2016, 13:05:33 Dilihat: 3x

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menyatakan, dari awal pihaknya mendukung keberadaan Virtual Office dan Co-Working space di Indonesia. “Bekraf membawahi seluruh orang kreatif di Indonesia jadi kami bertanggung jawab untuk mendukung regulasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu,” ujarnya. Virtual Office dan Co-Working Space telah melahirkan sharing economy yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dalam negeri. Menurutnya, zaman sekarang sudah borderless, sehingga diharapkan tidak ada regulasi yang menghambat kreativitas orang kreatif di Indonesia.





Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf)







Sementara artis sekaligus pengusaha, Asmirandah Zantman, mengatakan, di zaman modern ini, ekonomi kreatif muncul sebagai alternatif pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai di Indonesia sudah banyak perubahan signifikan yang terlihat dalam bidang ekonomi. Ia juga menyampaikan, ekonomi kreatif dibutuhkan karena berpotensi dalam banyak hal, serta memberikan dampak sosial yang positif.



Lebih lanjut artis yang juga Brand Ambassador dari vOffice ini menyampaikan, Virtual Office memilki peranan penting dalam perkembangan startup dan ekonomi kreatif di Indonesia.Harapannya dengan adanya dukungan dari Pemerintah untuk Virtual Office dan Co-Working space agar industri kreatif dapat terus berkembang pesat.



“Virtual Office inilah yang saya sebut sebagai wadah, jutaan potensi kreatif butuh wadah untuk dapat berkembang dengan mudah. Mereka butuh tempat seperti Virtual Office, untuk bertemu dengan sesama pemain industri kreatif atau untuk melakukan aktifitas tanpa harus kita menjadi sulit bergerak karena tidak ada ruang dan tempat untuk berkembang,” ujarnya.



Sementara, Erwin Soerjadi, CEO vOffice menilai kinerja BTSP DKI sebagai pembuat kebijakan sudah sangat baik dan terbuka untuk perkembangan zaman. “Perijinan yang tidak perlu dihilangkan, yang rumit dipersingkat, Pak Edi Junaedy dan jajaran BPTSP bekerja sangat positif, dan hasil nyata sudah dapat dirasakan pelaku Startup dan UMKM, seperti SIUP-TDP Simultan, layanan AJIB dan diijinkannya Virtual Office “ ujar Pakar Perkantoran Indonesia yang juga Fungsionaris HIPMI Jawa Timur ini.



Virtual Office adalah bagian dari sharing economy dimana pebisnis pemula dapat menggunakan kantor bersama untuk menekan biaya operasional. Selain dapat dipergunakan untuk domisili usaha dan perizinan, layanan bisnis profesional juga disediakan untuk menunjang kegiatan berbisnis seperti komunitas bisnis, acara2, ruang meeting, resepsionis dan penerusan surat/panggilan. Di Amerika, Virtual Office sudah ada sejak tahun 1997.



vOffice yang merupakan Virtual Office terbesar di Indonesia memiliki 19 cabang di Indonesia dan 40 cabang di seluruh dunia, membantu para Pengusaha untuk meningkatkan bisnisnya di tingkat nasional maupun Internasional khususnya dalam memanfaatkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. (EVA)



Sumber: http://swa.co.id/business-strategy/bekraf-tidak-boleh-ada-regulasi-yang-hambat-kreativitas

  •  
Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.