Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Investasi 2016
09 Mei 2016, 13:08:25 Dilihat: 3x

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik, yaitu di sekitar 5,2 persen untuk tahun 2016 ini. Gundy Cahyadi, DBS Group Research, menyatakan, pertumbuhan konsumsi stabil di sekitaran 5 persen. Ia melihat pertumbuhan investasi akan membaik didorong oleh pembelanjaan pemerintah, terutama di bidang infrastruktur.



Pertumbuhan konsumsi juga relatif stabil apalagi sektor ini menjadi pilar utama pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh perbaikan kepercayaan konsumen terlihat dari kenaikan impor barang konsumsi. Selain itu oleh kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 4,5 juta.




 


 

DBS Asian Insights Media Luncheon




 



Ia memproyeksikan konsumsi rumah tangga tumbuh stabil di kisaran lima persen. Sedangkan dari sisi ekspor belum bisa diharapkan. “Sebelas paket kebijakan ekonomi seharusnya bisa memberi impak positif jangka menengah. Terutama terkait ease of doing business,” ujarnya.



Pertumbuhan ini 75 persen berasal dari dalam negeri, yaitu investasi dan konsumsi domestik. Berbeda dengan Singapura atau Hongkong yang memang lebih export oriented. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada jangka panjang bisa mencapai enam persen dalam lima tahun ke depan jika pemerintah tidak lagi bergantung pada komoditas.



Menurutnya,yang dilakukan pemerintah sudah tepat dengan menargetkan sektor manufaktur dan industri jadi driver of growth. Sedangkan untuk kuartal I 2016, angka pertumbuhan masih berkisar 5,1 persen atau tidak begitu jauh dari kuartal IV 2016.



Selain itu, ia pun memberi pernyataan lain walau bagaimana pun, ada beberapa risiko untuk prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.Salah satunya, pertumbuhan investasi swasta yang masih berada di bawah potential. Ini membuat pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dengan pembelanjaan APBN negara. Laju pembelanjaan APBN sangat penting, apalagi mengingat laju di tahun lalu yang mengecewakan.



“Sektor industri / manufacturing juga terlihat masih lemah. Salah satu indikasinya adalah impor barang-barang modal yang sampai bulan Maret ini masih belum menunjukan adanya bottoming-out. Kebijakan-kebijakan Pemerintah yang mendorong pendalaman pasar keuangan perlu dikedepankan Bank Indonesia telah merubah suku bunga acuannya. Mulai 19 Agustus nanti, BI akan menggunakan 7-day reverse repo rate sebagai suku bunga acuan untuk kebijakan moneternya. Kebijakan ini ditetapkan untuk mendorong financial market deepening, bukan sebagai langkah policy easing,” ungkapnya. (EVA)



Sumber: http://swa.co.id/business-research/belanja-pemerintah-dorong-pertumbuhan-investasi-2016

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.