Strategi Natur Menggarap Pasar Haircare Baru
20 Mei 2013, 13:24:13 Dilihat: 6x

Dunia kosmetik selalu bergerak mengikuti tren, sehingga mampu menghasilkan berbagai tantangan dibandingkan dengan bidang bisnis yang lain. Tantangan ini membuat banyak orang menjadi lebih kreatif dalam mencari celah bisnis. Menurut Rahayu Prasetyawati, Brand Manager Natur, dibandingkan industri skincare, industri haircare justru lebih menantang.
 


 

Rahayu Prasetyawati, Brand Manager Natur




 



Baginya, pasar haircare lebih menjanjikan karena terus tumbuh baik dalam kategori maupun pangsa pasar. Pertama kali masuk PT Gondowangi, ibu dua anak ini sudah langsung memegang brand sampo Natur. Ia pun merasa tertantang untuk mengembangkan produk yang sudah dikenal sebagai produk herbal ini.



Sembilan tahun yang lalu, saat ia pertama kali masuk, produk natur hanya berkisar sampo, tonik, dan kondisioner. Sejalan dengan waktu dan perkembangan tren rambut, produk-produk kategori baru pun mulai bermunculan. Konsumen pun tidak lagi hanya menggunakan tiga produk utama perawatn rambut, melainkan mulai menggunakan berbagai produk tambahan.







Sebut saja hair nutrition, hair mask, parfum rambut, serum dan masih banyak lagi.  Pangsa pasarnya pun semakin membesar, namun pasar ini didominasi oleh anak muda. Wanita yang akrab disapa Ayu ini pun melihat peluang untuk membuka pasar baru.”Kebanyakan pengguna natur biasanya ebrusia 30-40 tahun, sekarang kami ingin semakin ekspansi dengan produk baru yang menyasar konsumen baru.”



Menurutnya, banyak strategi yang diubah untuk  membuka pasar yang didominasi usia 30 tahun ke bawah tersebut. Salah satunya dengan mengubah wangi sampo yang awalnya kental dengan wangi jamu menjadi wangi bunga. Selain itu, Natur  meluncurkan berbagai produk baru seperti serum, parfum rambut, hair mask, dan hair nutrition untuk menggaet pasar kaum muda.



Wanita yang lahir di 4 Juni 1982 ini juga mulai melirik dunia digital, salah satunya dengan mengundang para beauty blogger untuk menggunakan variasi produk mereka. Menurutnya, strategi ini dilakukan, mengingat tren digital yang bekembang di saat ini, dimana anak-anak muda mulai berani mengekspresikan diri mereka melalui internet.



Selain itu, generasi milienum ini juga lebih suka mengandalkan dunia digital untuk mencari informasi. Mereka lebih suka mencari segala tahunya sendiri dengan melihat review atau pendapat orang lain melalui internet. Namun meskipun begitu, wanita yang pernah bekerja di L’oreal dan Martha Tilar ini tidak ingin meninggalkan konsumen lama mereka.



Hal ini dibuktikan dengan kemasan yang tidak berubah sehingga masih dirasa dekat dengan mayoritas konsumen mereka. Racikan produk pun masih menggunakan bahan-bahan alami sehingga mampu menghasilkan produk herbal. “Kedepannya kami berharap bisa  mengembangkan produk ke ranah body atau skin care.”



Meskipun memiliki ambisi yang besar dalam karier, wanita lulusan Akuntansi, FE-UI ini ternyata juga ingin mengembangkan bakatnya di bidang lain. Ia ingin mencoba di bidang kuliner dengan menjadi seorang entrepreneur. Ia berharap di tahun 2016 bisa mewujudkan impiannya tersebut. (EVA)



Sumber: http://swa.co.id/business-strategy/marketing/strategi-natur-menggarap-pasar-haircare-baru

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.