Indonesia Minim Tenaga Akuntan
23 April 2016, 13:26:54 Dilihat: 5x

Profesi akuntan menjadi salah satu profesi vital yang harus dimiliki oleh Indonesia. Pasalnya, akuntan memiliki keterlibatan dalam menentukan kemajuan ekonomi Indonesia, jika diletakkan di berbagai posisi penting, baik dalam pemerintahan maupun korporasi. Saat ini, data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sebanyak 265 ribu mahasiswa akuntansi yang aktif, berkontribusi sebanyak 45% di ASEAN. Namun,  sangat disayangkan, jumlah akuntan di Indonesia hanya sekitar 24 ribu saja. Padahal, jika merujuk data statistik Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara dengan profesi akuntan terbanyak.











Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan strategi yang mumpuni agar akuntan Indonesia bisa berjaya di regional. Apalagi saat ini Indonesia mulai memasuki MEA.



“Indonesia hatus menyiapkan strategi untuk mengejar ketertinggalan, tujuannya menjadikan Indonesia sebaga negara yang memiliki akuntan terbaik di regional. Caranya adalah melalui kolaborasi antara stake jolders akunyan, baik di emeribtahan, perguruan tinggi dan profesi,” ujar Mardiasmo, Ketua Dewan Pengurus IAI.



IAI sendiri mengambil langkah real dengan bekerja sama ICAEW, sebuah organisasi profesi akuntan asal Inggris untuk memberikan beasiswa guna meningkatkan kualitas serta kuantitas akuntan Indonesia. Mardiasmo menyatakan bahwa akuntan harus bersinergi dalam menghadapi persaingan global.



“Profesi akuntan harus kejar ketertinggalan dari berbagai segi agar bisa support ekonomi sebesar 5-6 persen per tahunnya,” tambahnya.



Hal ini tentu saja didukung oleh pemerintah. Apalagi mengingat bahwa tantangan dari akuntan tidak hanya dari para akuntan itu sendiri, melainkan juga teknologi yang mampu menggantikan akuntan tersebut.



“Kunci keberhasilan akuntan Indonesia terletak pada profesi dan program sertifikasi akutansi akuntan. Kesuksesan program tersebut akan menbuka berbagai peluang baru bagi akuntan Indonesia tidak hanya pada lebel nasional, tapi juga regional,” kata Mardiasmo. (EVA)

 

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.