Kongres : Apple Hindari Pajak US$ 30 Miliar
23 Mei 2013, 09:28:01 Dilihat: 2x

WASHINGTON, Apple Inc menjadi sasaran Kongres Amerika Serikat (AS) agar mempertanggungjawabkan penggunaan struktur pajak globalnya yang tak biasa bagi perusahaan. Ini artinya, kongres menuding Apple menyembunyikan dana miliaran dollar di Irlandia demi menghindari potongan pajak.



Dalam memorandum 40 halaman, Subkomite Investigasi Permanen Senat mengidentifikasi Apple memiliki tiga anak usaha yang tak membayar pajak, baik di Irlandia, tempat perusahaan tersebut didirikan, di AS sebagai pusat manajemen Apple.



Salah satunya, anak usaha utama yang mengelola gerai ritel Apple di seluruh Eropa. Perusahaan yang memiliki alamat di Cork, irlandia ini tak membayar pajak sejak 2009-2012 yakni mencapai US$ 29,9 miliar. Nilai ini 30% dari keuntungan global Apple "Apple telah mengeksploitasi perbedaan aturan pajak di Irlandia dan AS," tulis laporan Senat. Namun, staf subkomite ini mengatakan, Apple tidak melanggar hukum apapun dan bekerjasama dalam investigasi ini.



Perusahaan yang dikomandoi Chief Executif Officer (CEO) Tim Cook ini mengatakan Apple Internasional di Irlandia tidak mengurangi kewajiban pajak di AS. Apple akan mengatakan, akan membayar lebih dari US$ 7 miliar pajak untuk fiskal tahun 2013.



Di sisi lain. Irlandia tak menyalahkan Apple yang menikmati keuntungan nyaris bebas pajak di negeri tetangga Inggris itu, "Ini merupakan isu yang muncul dari sistem perpajakan di yuridiksi lain. Merekalah yang pertama kali harus menangani masalah ini," kata Eamon Gilmore, Deputi Perdana Menteri Irlandia pada RTE.



Tapi, Apple tidak melanggar hukum apapun dan bekerjasama dalam investigasi ini.



Menjadi umpan



Tak hanya di AS, masalah ini menimpa banyak perusahaan multinasional yang kini diselidiki parlemen berbagai negara. Di Inggris, Google Inc menghadapi penyelidikan regulator terkait isu penyembunyian dana ke Kepulauan Bermuda. Produsen komputer Hewlett-Packard Co dan perusahaan Microsoft Corp juga dipanggil ke Capitol Hill untuk mempertanggungjawabkan praktik ini.



Perusahaan multinasional di AS seharusnya membayar pajak 35% atas keuntungan luar negeri. Namun, tak sebanyak itu yang kembali ke AS. Pengecualian ini dikenal sebagai penangguhan pendapatan luar negeri korporasi.



Senator Arizona dari Partai Republik, John McCain, mengatakan, bisa menggunakan pengakuan Apple untuk menutup celah yang dilakukan perusahaan multinasional lain. Komisaris Google Eric Schmidt, menyarankan agar mereformasi ketentuan pajak internasional.

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.