Faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi pasar
09 Oktober 2011, 10:06:22 Dilihat: 5x

Menurut Kohli dan Jaworski (1990), konsep pemasaran merupakan filosofi bisnis atau policy statement yang dalam implemeriasinya dapat berbeda antar organisasi yang tercermin dari beberapa aktivitas dan perilaku yang dflakukan. Selanjutnya, dinyatakan bahwa terminoiogi orientasi pasar digunakan untuk menunjukkan sejauh mana implementasi konsep pemasaran dalam sebuah organisasi. Sebuah organisasi yang berorientasi pasar akan memiliki tindakan dan melakukan beberapa aktivitas yang konsisten dengan konsep superioritas pelayanan terhadap pelanggan

Menurut Jaworski dan Kohli (1990 ; 1993) terdapat tiga faktor penting yang mempengaruhi orientasi pasar, yaitu : a) manajemen puncak, b) dinamika antar departemen, serta c) struktur dan sistem organisasi.

a) Manajemen puncak
Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh pemimpin dan kepemimpinan (Nelson dan Quick, 1997: 484). Jaworski dan Kohli (1993) menyatakan bahwa penghindaran atas risiko dan penekanan manajemen puncak terhadap orientasi pasar berpengaruh terhadap orientasi pasar. Penelitian Horng dan Chen (1998) menunjukkan bahwa pendidikan (pengalaman dan pelatihan) berpengaruh pada orientasi pasar, sedangkan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan berpengaruh pada aktivitas menghasilkan intelijensi dan ketanggapan.

b) Dinamika antardepartemen
Dinamika antardepartemen terjadi karena adanya konflik dan keterkaitan antar departemen. Konflik antar departemen yang ditandai dengan ketegangan antar departemen timbul sebagai akibat ketidaksesuaian antara respon aktual dan respon yang diharapkan. Keterkaitan antardepartemen ditunjukkan oleh seberapa besar kontak langsung, baik formal maupun informal antardepartemen. Beberapa penelitian menurut Paton yang dikutip Jaworski dan Kohli (1993), menunjukkan bahwa adanya keterkaitan mempermudah interaksi, pertukaran informasi, dan penggunaan informasi.

c). Struktur dan sistem organisasi
Formalisasi, sentralisasi dan departementalisasi serta sistem reward akan berpengaruh terhadap orientasi pasar (Jaworski dan Kohli, 1993). Berikut akan dijelaskan ketiga hal tersebut.

1). Formalisasi
Formalisasi menunjuk pada tingkatan sejauh mana aturan, prosedur, instruksi dan komunikasi tertulis distandardisasikan. Misalnya apakah peran dalam organisasi didefinisikan dengan jelas oleh pemimpin puncak. Meningkatnya formalisasi akan memperlancar komunikasi dan berpengaruh positif pada arus informasi sehingga diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap orientasi pasar (Pelham, 2000).

2). Sentralisasi
Sentralisasi menunjukkan tingkat konsentrasi wewenang pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penentuan metode, prosedur, dan kebijakan yang akan digunakan. Semakin banyak wewenang pengambilan keputusan pada manajemen tingkat atas, maka sentralisasi semakin tinggi. Riset menunjukkan bahwa sentralisasi dapat mengurangi fleksibilitas, menurunkan otonomi, meningkatkan isolasi dan kepuasan kerja yang rendah yang pada gilirannya dapat meningkatkan konflik antar departemen. Akibatnya penyebaran informasi dan tanggapan atas hasil informasi tidak dapat berlangsung cepat.

3) Sistem reward
Sistem reward merupakan instrumen yang dipakai untuk membentuk perilaku. Menurut Webster (1988) kunci untuk mengembangkan orientasi pasar terletak pada bagaimana manajer dievaluasi dan diberi reward

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.