PENGARUH POSTMODERN: TERHADAP PELAYANAN PUBLIK
09 Oktober 2011, 14:26:56 Dilihat: 3x

Kinerja Tenaga Penjualan


Dimensi kerja tenaga penjualan dan perilaku kepemimpinan manajer mempengaruhi kinerja  penjualan. Penetapan dimensi kerja seorang tenaga penjualan seperti luas area, potensi dan kompetisi penjualan di suatu daerah tertentu berbeda dengan tenaga penjualan lain. Begitupula kepemimpinan manajer yang tidak sama terhadap tenaga penjualan, demokratis untuk senior dan autokrat dalam mendisiplin yunior. Beberapa tenaga penjualan yunior menganggap kepemimpinan manajer bersifat ancaman dan tidak mendukung saat mereka mengalami kesulitan penjualan di area yang ditentukan (Tyagi, 1985). Karakteristik kepemimpinan mempengaruhi perilaku bawahan, misal dengan kenaikan standar kinerja, dianggap manajer penjualan percaya akan kemampuan tenaga penjualan untuk mencapai standar tersebut dengan kerja keras. Perilaku kepemimpinan seperti memberikan kepercayaan dan dukungan sangat berorientasi pada pencapaian kinerja tenaga penjualan.  

Studi yang dilakukan Pitt & Ramaseshan (1989) mempertimbangkan faktor komunikasi dalam transaksi penjualan dari perspektif kebimbangan komunikasi (communication apprehension) dan melakukan investigasi faktor komunikasi sebagai indikator kinerja tenaga penjualan. Komunikasi yang jelas dan pasti terhadap pelanggan dapat dijadikan indikator positif kinerja tenaga penjualan. Penelitian yang dilakukan Ingram, Lee & Skinner (1989) menggunakan enam indikator untuk mengukur kinerja tenaga penjualan yakni (1) hubungan dengan pelanggan; (2) kontrol pengeluaran biaya; (3) presentasi dan efektivitas penjualan; (4) penyediaan informasi dan komunikasi efektif dengan manajemen; (5) perencanaan dan manajemen waktu yang baik dalam aktivitas penjualan; (6) pengetahuan teknis mengenai produk perusahaan, kompetitor dan kebutuhan pelanggan.

Kepercayaan dan kepuasan pelanggan pada tenaga penjualan berkorelasi positif pada hubungan interaksi jangka panjang (Anggarwal, Castleberry, & Ridnour, 2005). Retensi pelanggan untuk repeat order semakin tinggi, dengan demikian penjualan akan meningkat. Oleh karena itu kepercayaan dan kepuasan pelanggan juga dapat dijadikan indikator kinerja tenaga penjualan. Kinerja tenaga penjualan dipandang sebagai fungsi beberapa variabel independen terpisah. Variabel prediksi yang mungkin adalah keterampilan tenaga penjualan, kompensasi dan insentif finansial, insentif psikologis, dan faktor manajer organisasi (Walker Jr., Churchill Jr., & Ford, 1977).

Evaluasi kerja tenaga penjualan yang selama ini hanya berdasarkan revenue penjualan, telah mengalami perluasan. Hasil kinerja tenaga penjualan diukur baik secara output maupun input. Kinerja keluaran (output) menunjukkan perolehan yang didapatkan tenaga penjualan seperti gaji, kepuasan pelanggan, tercapainya target penjualan. Kinerja masukan (input) fokus pada tindakan tenaga penjualan dalam melaksanakan tugas seperti kemampuan presentasi, pengetahuan produk, penetrasi pasar, sikap dan perilaku berelasi. Dengan menggabungkan kedua macam metode evaluasi kinerja, akan didapatkan kinerja tenaga penjualan secara utuh (Boles, Donthu, & Lohtia, 1995).
 

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.