pengaruh strategi sdm terhadap kinerja 4 (tamat)
09 Oktober 2011, 14:35:04 Dilihat: 4x

Kinerja

Setiap perusahaan pasti mempunyai misi, stategi, dan tujuan, di mana hal tersebut berguna untuk memperjelas arah perusahaan secara keseluruhan. Dengan adanya kejelasan misi, strategi, dan tujuan, maka hal ini dapat membantu meningkatkan keefektifan kinerja seorang karyawan. Segala upaya manajemen di dalam perusahaan. Khususnya manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah untuk mempertinggi kinerja, baik kinerja individu maupun organisasional.

Kinerja sumber daya manusia yang baik merupakan faktor yang menentukan kemajuan suatu perusahaan. Oleh karena itu perhatian perusahaan pada usaha peningkatan kinerja SDM akan berpengaruh cukup besar terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Kinerja karyawan merupakan masalah penting bagi seluruh perusahaan, namun demikian kinerja yang memuaskan tidak terjadi secara otomatis. Menurut Mathis dan Jackson (2002:78) kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak karyawan memberi kontribusi kepada organisasi termasuk: kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja, dan sikap kooperatif.

Mc.Kenna dan Beech (2000:16) mengemukakan bahwa karyawan yang memiliki kinerja yang baik diindikasikan dapat mengerjakan pekerjaan dengan cepat, dengan hasil baik, dengan waktu yang relatif singkat, disiplin, dapat diandalkan, mempunyai sikap baik, dan mempunyai potensi untuk maju. Sedangkan menurut Bittel dan Newstorm (1994:218) Perusahaan yang memiliki karyawan yang berprestasi, maka akan dapat mencapai tujuan dengan mudah dalam memperoleh laba yang optimal seperti yang ditetapkan.

Hasibuan (1995:105) memberikan definisi kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan, didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu. Pendapat Maier yang dikutip oleh As’ad (2003:47) Kinerja sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Lebih tegas lagi arti kinerja menurut Lawler dan Porter sebagaimana dikutip oleh As’ad (2003:47) adalah successful role achievement yang diperoleh seseorang dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan.
Menurut Timpe (2000:7) Kinerja adalah kemampuan karyawan dalam berkarya dan menggunakan informasi tersebut guna memastikan bahwa pelaksanaan memenuhi standar-standar sekarang dan meningkat sepanjang waktu. Standar kerja terfokus pada seberapa baik tugas-tugas akan dikerjakan, setiap standar haruslah dinyatakan secara cukup jelas sehingga manajer dan bawahan atau kelompok kerja mengetahui apa yang diharapkan dan apa yang telah dicapai.

Informasi penilaian kinerja dapat digunakan supervisor untuk mengelola kinerja karyawan. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui penyebab kelemahan maupun keberhasilan dari kinerja karyawan sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan target atau langkah perbaikan selanjutnya dalam mencapai tujuan organisasi.

Pengukuran kinerja karyawan dapat digunakan beberapa dimensi mengenai kriteria kinerja yang menurut Bernardin dan Russel (1993:383) adalah sebagai berikut:
1. Quality; The degree to which the process or result of carrying out an activity approaches perfection, in terms of either conforming to some ideal way of performing to activity or fulfilling the activity’s intended purpose.
2. Quantity; The amount produced, expressed in such terms as dollar value, number of units, or number of completed activity cycles.
3. Timeliness; The degree to which an activity is completed, or a result produced, at the earliest time desirable from the standpoints of both coordinating with the outputs of others and maximizing the time available for other activities.
4. Cost Effectivenes; The degree to which the use of the organization’s resources (e.g. human, monetary, technological, material) is maximized in the sense of getting the highest gain or reduction in loss from each unit or instance of use of a resource.
5. Need for Supervision; The degree to which a performer can carry out  a job  function without either having to request supervisory assistance or requiring supervisory intervention to prevent an adverse outcome.
6.  Interpersonal impact; The degree to which a performer promotes feelings of self-esteem, goodwill, and cooperation among co-workers and subordinates.

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.