Layaknya Tubuh, Perusahaan Butuh Diagnosa Rutin
28 Mei 2011, 15:00:15 Dilihat: 4x

Salah satu cara melakukan transformasi organisasi adalah memberikan penekanan kepada perubahan mendasar dalam lingkup bisnis. Biasanya, ini dilakukan saat misi organisasi tidak lagi relevan berdasarkan "diagnosa" masalah yang dilakukan perusahaan secara terperinci.



Pernyataan tersebut diungkapkan CEO Dunamis Human Capital, Alex Denni, terkait keputusan perusahaan untuk melakukan "gebrakan baru". Ada cara lain sebenarnya, seperti re-engineering yaitu memberikan penekanan pada perubahan radikal pada proses bisnis, cultural change yaitu memberikan penekanan pada perubahan perilaku organisasi serta re-organisasi yang memberikan pernekanan pada perubahan struktur organisasi.



"Sebelum melakukan transformasi organisasi, perusahaan harus melakikan diagnosa. Proses dan hasil diagnosa yang baik akan memberikan input atas desain organisasi yang sedang 'sakit',"ujar Alex Denni menjelaskan soal proses perubahan yang seharusnya dilakukan. Selain itu, perusahaan harus memperhatikan bagaimana desain organisasi tersebut diimplementasikan secara bertahap melalui tahapan yang realistik. "Biasanya organisasi yang sedang sakit memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu untuk melakukan terlalu banyak aktivitas."

Perubahan tersebut membutuhkan 4 peran kepemimpinan secara utuh. Meskipun demikian, kalau dilihat penekanannya, maka dua peran yang paling dibutuhkan dalam melakukan perubahan adalah pathfinding dan aligning. Menentukan arah bisnis membutuhkan peran pathfinding dari kepemimpinan organisasi. Setelah itu, organisasi membutuhkan peran aligning untuk menyelaraskan ulang organisasi menuju arah bisnis baru yang sudah ditetapkan.



Selanjutnya, dalam menentukan strategi, Alex menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan karena tidak ada pilihan strategi yang paling tepat untuk segala situasi. Meskipun demikian, pertarungan bisnis yang sesungguhnya bukanlah pada strategi, tapi pada eksekusi dari strategi yang dipilih.



Kegagalan proses perubahan itu biasanya terjadi karena beberapa sebab. Pertama ketidakjelasan arah atau tujuan dari organisasi. Hal ini biasanya terjadi karena terlalu banyak tujuan yang ditetapkan dam terlalu sering berubah. Penyebab kedua adalah setiap lapisan manajemen tidak mampu menterjemahkan target organisasi ke dalam lingkup unit kerja mereka. Mereka tidak mampu membedakan day to day job dengan tujuan yang harusnya menjadi prioritas.



Penyebab ketiga, dinilai Alex, adalah kurangnya disiplin untuk melakukan hal-hal yang menjadi poin utama dalam pencapaian tujuan tersebut. Hal ini sering disebabkan bukan karena mereka tidak tahu apa yang perlu dikerjakan, tetapi lebih sering karena mereka tidak mengerjakan yang mereka tahu tersebut karena berbagai alasan.

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.