serial salesmanship: meningkatkan kinerja tenaga penjualan 4
09 Oktober 2011, 10:23:49 Dilihat: 3x

Teori Kinerja



Kinerja merupakan konsep multi-dimensional. Dalam tingkat dasar, kinerja dibedakan menjadi dua yakni kinerja tugas dan kinerja kontekstual (task & contextual performance). Kinerja tugas mengacu pada keahlian seseorang melakukan aktivitas yang memberikan kontribusi utama bagi perusahaan. Kinerja kontekstual mengacu pada hal yang sifatnya mendukung pencapaian tujuan organisasional (Sonnentag & Frese, 2002).



Kelima dari delapan proposisi kinerja yang diusulkan Campbell (1990) merupakan kinerja tugas, kelima proposisi itu adalah (1) Keahlian spesifikasi pekerjaan utama, (2) Keahlian bukan spesifikasi pekerjaan utama, (3) Keahlian berkomunikasi lisan dan tulisan, (4) Supervisi bawahan, (5) Manajemen atau administrasi. Kinerja kontekstual dibedakan menjadi dua tipe yakni (1) Perilaku yang menyelaraskan fungsi organisasi pada waktu sekarang, terdiri atas sikap mengutamakan kepentingan orang lain, kerajinan, menjadi warga negara yang baik, sopan santun, kejujuran. (2) Perilaku pro-aktif yang berusaha mengembangkan kualitas prosedur kerja dan proses organisasi, terdiri atas inisiatif pribadi, berani mengemukakan pendapat, mengajukan tuntutan (Sonnentag & Frese, 2002). Kinerja tenaga penjualan tidak diukur dari besar revenue yang dihasilkan bagi perusahaan saja melainkan kinerja secara keseluruhan.



Saat ada kecocokan tenaga penjualan dengan pekerjaannya, jarang diperlukan paksaan untuk bekerja keras dalam meningkatkan kinerja. Sebaliknya, bekerja dengan baik merupakan kewajaran karena tenaga penjualan menikmati dan puas untuk melakukan. Sifat dan desain pekerjaan (nature of jobs and design of work) mempengaruhi perilaku tenaga penjualan dalam bekerja. Sangat penting untuk melakukan identifikasi aspek-aspek kerja yang secara positif menginduksi tenaga penjualan untuk bekerja dengan keras, efektif, dan puas atas pekerjaan yang dilakukan sendiri. Desain ulang pekerjaan dengan koreksi defisiensi yang relevan dalam situasi kerja dapat dilakukan dengan cara kombinasi beragam tugas, membuka umpan balik dari saluran pemasaran (channel feedback), dan pemberian otonomi lebih pada tenaga penjualan (Tyagi, 1985).



Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuat kerangka teori kinerja tenaga penjualan dengan menggunakan variabel peran manajer penjualan. Penelitian yang dilakukan Tanner & Castleberry (1990) mengisi kekosongan penelitian yang belum pernah dilakukan, yakni peran interaksi manajer-tenaga penjualan untuk mencapai kinerja. Interaksi manajer penjualan dengan bawahan berdasar pertukaran dukungan kerja (exchange of work support) dibentuk oleh pemberian dan pengambilan tugas, imbalan dan penalti dalam jangka lama. Interaksi berkelanjutan ini berkisar dari kualitas LMX tinggi (in-group member) sampai dengan kualitas LMX rendah (out-group member).



Tahapan Karir



Jolson (1974) yang pertama kali mendiskusikan hubungan usia dan lama bekerja dengan kinerja tenaga penjualan berdasarkan tahapan karir (career stage). Proposisi yang diusulkan adalah dalam kondisi ideal, kinerja tenaga penjualan akan melewati empat fase seperti yang ada pada fase PLC (product life cycle). Empat fase tahapan karir: eksplorasi, pendirian, pengelolaan, pelepasan (exploration, establishment, maintenance, disengagement). Besarnya ekspektasi tenaga penjualan untuk berhasil menentukan kinerjanya. Peningkatan ekspektasi untuk berhasil terjadi hanya pada fase eksplorasi dan pendirian, tidak ditemukan lagi peningkatan ekspektasi pada fase pengelolaan dan pelepasan (Cron, 1984).



Peneliti menemukan hubungan antara tahapan karir dengan sikap, persepsi, kinerja tenaga penjualan (Cron, Dubinsky, & Michaels, 1988). Tahapan karir sangat relevan terhadap tenaga penjualan. Tahapan karir merupakan waktu lamanya seseorang berprofesi sebagai tenaga penjualan tidak hanya saat bekerja di satu perusahaan tertentu melainkan bersifat akumulatif.



Perhatian utama seorang yang baru berkarir di bidang penjualan adalah membangun relasi dan kompetensi di perusahaan tempat bekerja agar diterima oleh atasan dan rekan sekerja. Selama dalam tahapan karir establishment, kebutuhan tenaga penjualan terutama berhubungan dengan gaji, target penjualan, dan kualitas relasi atasan dengan sesama rekan. Tahapan establishment diikuti dengan advancement, yang biasa didominasi oleh perhatian untuk mencapai prestasi dan promosi. Tenaga penjualan yang berada di tahapan ini biasa memiliki sikap positif untuk memperoleh promosi, sedangkan kebutuhan lain seperti kepuasan dalam bekerja, relasi antar rekan, gaji, menjadi kurang penting. Tahapan karir maintenance muncul bagi individu yang telah membuktikan diri dalam tanggung jawab penyelesaian tugas-tugas dengan baik. Tenaga penjualan yang masuk dalam tahapan ini ditandai dengan kurangnya tingkat bersaing antar rekan dan pemuasan diri namun semakin bertambah perhatian untuk membangun relasi antar rekan sekerja (Gould & Hawkins, 1978).



Penelitian mengenai tahapan karir yang berdampak pada kinerja selama ini dilakukan dengan pendekatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik dari tenaga penjualan. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam tanpa dorongan luar, misalnya rasa puas pencapaian sasaran. Motivasi ekstrinsik adalah motif tenaga penjualan yang timbul akibat dorongan luar, misalnya gaji, penghargaan, promosi, pujian dari atasan (Ingram, Lee, & Skinner, 1989).



Penelitian Miao, Lund, & Evans (2009) menampik pendekatan motivasi intrinsik-ekstrinsik yang selama ini digunakan untuk membedakan tahapan karir seorang tenaga penjualan. Bukti empiris penggunaan valensi, harapan dan komponen instrumental motivasi tidak memberikan hasil konsisten. Diusulkan pendekatan kognitif dan afektif untuk mengetahui motivasi tenaga penjualan dalam kerangka tahapan karir
 

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.