Sejak tahun 2010, BBS menerapkan kurikulum Design Thinking yang diadopsi dan dikembangkan dari Stanford University, Amerika Serikat. Konsep berpikir berbasis inovasi inilah yang dirasakan Derek memberikan manfaat besar baginya. “Design Thinking membawa saya, sebagai pemimpin, memahami cara kerja sesuatu melalui kisah-kisah sukses dari kehidupan nyata. Pembelajaran di BINUS BUSINESS SCHOOL melahirkan kredibilitas dan mendorong para pembelajar untuk menghadapi tantangannya masing-masing dengan lebih percaya diri dan dengannya menciptakan generasi inovator yang baru,” paparnya.

Tubagus Hanafi Soeriaatmadja – Program Director MM Executive in Strategic Management Binus Business School
Sejalan dengan pernyataan Derek, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja selaku Program Director MM Executive in Strategic Management BINUS BUSINESS SCHOOL menyatakan pentingnya melembagakan inovasi dalam perusahaan untuk membuahkan hasil yang berkelanjutan. Kultur perusahaan yang mendukung inovasi juga perlu ditumbuhkan, antara lain dengan manajemen yang selalu terbuka untuk menerima ide-ide baru dari karyawan, hingga kompensasi khusus bagi karyawan yang inovasinya terbukti mampu menjawab permasalahan.
Di sinilah proses pembelajaran bagi pelaku bisnis menjadi relevan. Design Thinking menggariskan langkah-langkah yang harus dilalui agar inovasi dapat menjadi pola pikir setiap individu, hingga akhirnya menular ke seluruh organisasi. “Design Thinking adalah sebuah metode pemecahan masalah, dengan menitikberatkan pada solusi yang harus inovatif. Terdiri dari enam langkah, yakni Emphatize, Defining Problem, Brainstorming, Voting, Prototype dan Storytelling,” jelas pria yang akrab disapa Hanafi ini.
Tantangan pertama adalah sulitnya menerapkan empati, karena dibutuhkan kemauan untuk terjun langsung ke lapangan dan mendefi nisikan permasalahannya dengan tepat. Kesulitan kedua biasanya di saat fase mengeluarkan ide. Kebanyakan orang terbatasi oleh “kotak” yang terbentuk dari nilai-nilai yang diyakininya, dan tidak tahu kapan perlunya mendobrak belenggu tersebut.

CEO Speaks on Leadership BINUS BUSINESS SCHOOL
Setelah sukses memilih ide untuk diteruskan menjadi prototipe, para inovator harus mampu mempresentasikan penemuannya dengan gaya bercerita yang mampu menggerakkan seluruh stakeholder untuk mendukungnya.
“Kurikulum ini terutama penting untuk S2, karena mereka sudah memiliki banyak referensi yang sangat menentukan dalam fase brainstorming. Selama perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk terus terbiasa menggunakan pola pikir ini. Mereka diberi tantangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bisnis maupun sosial, yang hasilnya kami teruskan ke stakeholder terkait,” jelas Hanafi.
Kerja sama tim, imbuhnya, juga menjadi syarat penting bagi keberhasilan proses Design Thinking. “The lone genius loses to the team. Oleh karenanya, seorang pemimpin harus mampu melibatkan timnya seawal mungkin di dalam proses ini. Dia harus mampu memfasilitasi dan membuat aturan main yang mampu mendorong ide-ide kreatif. BBS memiliki target untuk menciptakan pemimpin bisnis Indonesia masa depan yang dibekali dengan komponen inovasi agar menjadi mesin pertumbuhan bisnisnya,” pungkasnya.
Sumber: http://swa.co.id/business-update/binus/design-thinking-mencetak-pemimpin-penggerak-inovasi
0 Komentar