FEB Universitas Narotama Perkuat Internasionalisasi melalui Visiting Professor Bersama University of Malaya dan Universitas Airlangga
04 Juli 2026, 12:26:15 Dilihat: 30x

FEB Universitas Narotama Perkuat Internasionalisasi melalui Visiting Professor Bersama University of Malaya dan Universitas Airlangga

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional melalui penyelenggaraan Visiting Professor yang dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda akademik Program Studi Magister Manajemen ini menghadirkan dua akademisi terkemuka, yaitu Prof. Dr. Rossanto Dwi Handoyo, S.E., M.Si., Ph.D. dari Universitas Airlangga dan Dr. Erialdi Bin Syahrial dari University of Malaya, Malaysia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama, Dr. Agus Sukoco, S.T., M.M., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Visiting Professor merupakan salah satu strategi fakultas dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dan peneliti dari perguruan tinggi bereputasi, baik nasional maupun internasional.

"Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen internal Universitas Narotama, tetapi juga memperoleh wawasan global, pengalaman praktis, dan perspektif internasional dari para akademisi yang memiliki rekam jejak keilmuan yang sangat baik," ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 106 peserta secara luring dan daring tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Magister Manajemen angkatan 2025. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi diskusi yang berlangsung sangat interaktif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Erialdi Bin Syahrial menyampaikan materi bertajuk "Transforming Supply Chain and Logistic Operation: Lesson from Japan's Circular Economy for ASEAN Country." Melalui paparannya, ia menjelaskan bagaimana konsep circular economy di Jepang mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok dan sistem logistik, serta relevansinya untuk diterapkan di negara-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan keberlanjutan dan daya saing global.

Sementara itu, Prof. Dr. Rossanto Dwi Handoyo membawakan materi mengenai "International Trading and Strategic Business." Berbekal pengalaman panjang sebagai akademisi sekaligus konsultan ekspor, beliau mengulas berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses ke pasar internasional.

Menurut Dr. Agus Sukoco, kehadiran Dr. Erialdi memberikan nilai tambah tersendiri karena berasal dari University of Malaya, perguruan tinggi terbaik di Malaysia yang memiliki reputasi internasional. Pengalaman akademiknya yang menempuh pendidikan doktoral di Jepang menjadikan materi yang disampaikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga didukung oleh praktik dan pengalaman langsung dalam pengelolaan sistem logistik dan rantai pasok di negara tersebut.

"Mahasiswa memperoleh pembelajaran yang sangat aplikatif. Mereka dapat memahami bagaimana praktik terbaik dalam pengelolaan supply chain diterapkan di Jepang dan bagaimana konsep tersebut dapat diadaptasi untuk mendukung perkembangan industri di Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tema Visiting Professor kali ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak membahas bidang manajemen sumber daya manusia, pemasaran, maupun keuangan, kali ini mahasiswa diajak memahami pentingnya supply chain management, logistik internasional, dan perdagangan global sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing organisasi dan bisnis.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Erialdi menjelaskan bagaimana perusahaan multinasional mengelola rantai pasok secara efisien agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga tanpa menimbulkan penumpukan persediaan maupun keterlambatan distribusi. Menurutnya, sistem logistik yang terintegrasi merupakan kunci untuk menjaga kelancaran proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Di sisi lain, Prof. Rossanto memaparkan strategi pengembangan UMKM agar mampu menembus pasar ekspor melalui peningkatan kualitas produk, pemetaan potensi pasar, serta sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan institusi pendidikan. Ia juga menekankan bahwa ekspor bukan hanya membuka peluang keuntungan yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua narasumber sehingga waktu pelaksanaan harus diperpanjang.

"Respons mahasiswa sangat luar biasa. Diskusi berlangsung sangat aktif sehingga kegiatan berjalan lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu bisnis internasional dan supply chain," ujar Dr. Agus Sukoco.

Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari strategi ekspor bagi UMKM Indonesia hingga implementasi circular economy dan pengelolaan rantai pasok pada perusahaan berorientasi ekspor. Diskusi tersebut semakin menarik karena sebagian peserta merupakan praktisi yang bekerja di perusahaan manufaktur dan kawasan industri, sehingga pembahasan berlangsung dengan pendekatan yang sangat aplikatif.

Dr. Agus Sukoco juga mengungkapkan bahwa kedua narasumber memberikan apresiasi terhadap komitmen Universitas Narotama dalam membangun jejaring akademik internasional. Menurut mereka, menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi bereputasi dunia merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Sebagai bagian dari program internasionalisasi, Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Narotama secara konsisten menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor sebanyak satu hingga dua kali setiap semester. Program serupa juga terus dikembangkan pada jenjang sarjana sebagai upaya memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar bertaraf internasional.

Ke depan, FEB Universitas Narotama akan terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri untuk menghadirkan lebih banyak kolaborasi akademik, penelitian bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Menutup kegiatan, Dr. Agus Sukoco mengajak para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk bergabung bersama Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Narotama.

"Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang berorientasi global. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga wawasan internasional, jejaring akademik yang luas, dan pengalaman belajar langsung dari para pakar dunia. Dengan demikian, lulusan kami akan semakin siap menghadapi tantangan bisnis di era global," tutupnya.

Melalui penyelenggaraan Visiting Professor secara berkelanjutan, FEB Universitas Narotama terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi internasional, sekaligus menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan dunia bisnis dan ekonomi global. (ed)

Share:

UN Videos

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright (c) 2026 by Fakultas Ekonomi dan Bisnis, All Rights Reserved.