Prodi Akuntansi FEB Universitas Narotama Hadirkan Pembelajaran Berbasis Praktik Bisnis untuk Mencetak Lulusan Siap Berkarya
17 Juli 2026, 12:52:27 Dilihat: 37x
Prodi Akuntansi FEB Universitas Narotama Hadirkan Pembelajaran Berbasis Praktik Bisnis untuk Mencetak Lulusan Siap Berkarya
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui mata kuliah Studi Kelayakan dan Perencanaan Bisnis yang diampu oleh Nila Sari, S.E., M.A. Mata kuliah ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan menjalankan sebuah usaha.
Melalui perkuliahan berbobot 2 SKS tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan menyusun studi kelayakan bisnis (feasibility study) sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum suatu usaha dijalankan. Selama proses pembelajaran, mahasiswa mempelajari berbagai aspek yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis, mulai dari aspek hukum, lingkungan, pemasaran, ekonomi, teknis operasional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga manajemen dan keuangan.
Menurut Nila Sari, penyusunan studi kelayakan merupakan tahapan penting dalam meminimalkan risiko bisnis. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan mampu melakukan analisis secara menyeluruh sebelum menyusun sebuah rencana investasi atau pengembangan usaha.
"Melalui mata kuliah ini, mahasiswa belajar bahwa sebuah ide bisnis harus didukung oleh analisis yang komprehensif. Keputusan bisnis yang baik lahir dari perencanaan yang matang sehingga risiko dapat diminimalkan dan peluang keberhasilan semakin besar," ujarnya.
Yang membedakan mata kuliah ini dengan pembelajaran konvensional adalah penerapan project-based learning melalui simulasi bisnis secara langsung. Setelah memperoleh dasar-dasar teori pada paruh pertama semester, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing berperan sebagai sebuah perusahaan dengan struktur organisasi layaknya perusahaan profesional. Setiap anggota memiliki tanggung jawab sesuai posisinya, mulai dari pemegang saham (shareholder), Chief Executive Officer (CEO), manajer pemasaran, manajer keuangan, hingga manajer produksi.
Sebagai implementasi dari rencana bisnis yang telah disusun, setiap kelompok kemudian mengembangkan identitas usahanya, mulai dari penyusunan dokumen studi kelayakan, pembuatan konsep bisnis, desain logo, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. Seluruh perencanaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan open table, di mana mahasiswa memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membandingkan antara konsep yang telah dirancang dengan kondisi nyata di lapangan. Mereka belajar mengevaluasi tantangan operasional, memahami perilaku konsumen, menyusun strategi pemasaran yang efektif, serta mengukur keberhasilan usaha berdasarkan hasil penjualan dan laporan keuangan yang disusun di akhir kegiatan.
Selain memperkuat kompetensi akademik, pembelajaran ini juga menanamkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Penyusunan studi kelayakan bisnis tidak hanya membutuhkan pemahaman di bidang akuntansi, tetapi juga memerlukan perspektif ekonomi, hukum, manajemen, hingga aspek lingkungan. Pendekatan tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa keberhasilan sebuah bisnis merupakan hasil kerja sama dari berbagai bidang keahlian.
Melalui proses tersebut, mahasiswa juga mengembangkan berbagai soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia profesional, seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan dalam situasi yang dinamis.
Nila Sari menjelaskan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik ini dikembangkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Menurutnya, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi ketika terlibat langsung dalam proses pembelajaran dibandingkan hanya menerima penjelasan teoritis di dalam kelas.
"Mahasiswa perlu diberi ruang untuk mencoba, berinovasi, bahkan belajar dari tantangan yang mereka hadapi selama menjalankan bisnis. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika mereka memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri," jelasnya.
Respon mahasiswa terhadap metode pembelajaran ini pun sangat positif. Selain memperoleh pengalaman mengelola sebuah usaha, beberapa kelompok berhasil menghasilkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan. Mereka juga ditantang untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih kreatif, seperti memanfaatkan sistem pre-order (PO) dan berbagai pendekatan promosi yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen saat ini.
Bagi Nila Sari, tujuan pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan di dunia nyata. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus mampu menghubungkan teori dengan praktik agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.
Melalui inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, simulasi bisnis, dan pengalaman langsung, Program Studi Akuntansi FEB Universitas Narotama terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, berjiwa kewirausahaan, serta siap bersaing di tengah dinamika dunia bisnis yang terus berkembang. (ed)